LapanTipikorNews.Com, SAMBAS – Proyek Peningkatan Daerah Irigasi Rawa Tebas Komplek Kebun Jeruk di Desa Dungun Laut, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pusat, diklaim telah mencapai progres pekerjaan sekitar 45 persen hingga awal Juni 2026.
Hal tersebut terungkap saat Kepala Perwakilan Wilayah Kalimantan Barat Media Lapan Tipikor News, Mohamad Gaul, melakukan investigasi langsung ke lokasi proyek yang berada di wilayah Desa Dungun Laut.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak, dengan nama kegiatan Peningkatan Daerah Irigasi Rawa Tebas Komplek (Kebun Jeruk) Kabupaten Sambas. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp22,79 miliar dan dikerjakan oleh PT Anugrah Bayu Arya Perkasa dengan masa pelaksanaan selama 210 hari kalender.

Dalam kunjungannya, Mohamad Gaul mengaku sempat berdialog dengan pelaksana lapangan dan konsultan pengawas terkait perkembangan pekerjaan.
“Kami menanyakan sejauh mana progres pekerjaan saat ini. Pelaksana menjelaskan bahwa hingga awal Juni 2026 pekerjaan sudah mendekati 45 persen,” ujar Gaul.
Ia juga mempertanyakan kemungkinan proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja. Menanggapi hal itu, pihak pelaksana dan konsultan pengawas menyatakan optimistis pekerjaan dapat rampung tepat waktu.
“Insya Allah, jika tidak ada kendala cuaca, hujan maupun pasang air yang menghambat pekerjaan, proyek ini dapat selesai sesuai kontrak. Material sebagian besar sudah tersedia dan saat ini didukung sekitar 100 tenaga kerja di lapangan,” ungkap perwakilan pelaksana proyek.
Dari hasil pemantauan di lokasi, pembangunan saluran irigasi beton terlihat telah berlangsung di sejumlah titik. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengelolaan tata air di kawasan pertanian rawa yang selama ini menjadi andalan masyarakat setempat.
Selain menemui pihak pelaksana proyek, tim investigasi juga meminta tanggapan masyarakat sekitar terkait pembangunan irigasi tersebut. Sejumlah warga menyambut positif kehadiran proyek yang dinilai akan memberikan manfaat langsung bagi sektor pertanian.
“Kami senang dengan adanya pembangunan irigasi rawa ini. Nantinya kami tidak lagi kesulitan mendapatkan pasokan air untuk sawah. Harapannya ke depan sistem pengairan menjadi lebih baik sehingga petani bisa meningkatkan frekuensi tanam,” ujar salah seorang warga.
Menurut warga, selama ini keterbatasan akses air menjadi salah satu kendala utama dalam mengoptimalkan lahan pertanian. Dengan adanya jaringan irigasi yang lebih memadai, mereka berharap produktivitas pertanian meningkat dan memungkinkan petani melakukan penanaman padi hingga tiga kali dalam setahun.
Keberhasilan proyek tersebut nantinya diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Tebas dan sekitarnya melalui ketersediaan air irigasi yang lebih stabil dan berkelanjutan.(Mohamad Gaul)
