LapanTipikorNews.Com, GARUT — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tulip yang berlokasi di Kampung Kudangsari RT 03 RW 05, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan masyarakat melalui berbagai program pembelajaran aktif dan inovatif.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 1 November 2025 ini dipimpin langsung oleh Kepala PKBM Tulip, Rini Laelani, yang menegaskan pentingnya pendidikan nonformal sebagai wadah alternatif bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi diri, terutama bagi mereka yang belum sempat menempuh pendidikan formal secara penuh.
“PKBM Tulip berupaya menjadi ruang belajar yang terbuka dan inklusif. Kami ingin memastikan setiap warga, tanpa memandang usia dan latar belakang, dapat memperoleh kesempatan belajar dan keterampilan yang bermanfaat,” ujar Rini Laelani.
Program Pendidikan Kesetaraan
PKBM Tulip menyelenggarakan tiga jenjang pendidikan kesetaraan, yaitu:
Paket A (Setara SD): Memberikan kesempatan bagi anak-anak atau warga yang belum menyelesaikan pendidikan dasar untuk memperoleh ilmu dan keterampilan dasar.
Paket B (Setara SMP): Ditujukan bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat menengah pertama namun terkendala faktor ekonomi, sosial, atau waktu.
Paket C (Setara SMA): Membuka peluang bagi masyarakat untuk menyelesaikan pendidikan setara SMA sebagai bekal untuk bekerja maupun melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.
Kegiatan Keterampilan dan Pembelajaran Mandiri
Selain pendidikan kesetaraan, PKBM Tulip juga menghadirkan berbagai program keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat, seperti:
Pelatihan menjahit dan tata busana
Keterampilan berkebun dan pengolahan hasil pertanian
Pelatihan komputer dan literasi digital dasar
Kegiatan tata boga dan pengembangan usaha mikro
Kelas pembelajaran mandiri untuk memperluas wawasan dan pengetahuan peserta.
Menurut Roni Rosadi, salah satu tenaga pengajar di PKBM Tulip, kegiatan pembelajaran aktif ini memiliki manfaat yang luas.
“Kegiatan di PKBM Tulip bukan hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara ekonomi dan sosial. Dengan keterampilan yang mereka miliki, peserta dapat membuka peluang usaha mandiri dan berkontribusi pada pembangunan daerah,” jelasnya.
Para peserta pun menyambut antusias kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saya karena dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam berbagai bidang,” ujar salah seorang peserta didik.

Mendukung Pembangunan Daerah
Melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan ini, PKBM Tulip berperan aktif dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperkuat kesadaran sosial dan kultural, serta mempercepat tercapainya tujuan pembangunan nasional di bidang pendidikan.
Dengan pendekatan pembelajaran yang partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat, PKBM Tulip menjadi contoh nyata bagaimana lembaga pendidikan nonformal dapat menjadi motor perubahan sosial di tingkat lokal.(Lia marliana)
