LapanTipikorNews.Com, PANGANDARAN – Dalam upaya menyelaraskan visi serta memperkuat komitmen kinerja tahun 2026, MTsN 1 Garut mengikuti rangkaian kegiatan Rapat Kerja (Raker) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut yang digelar di Kabupaten Pangandaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala MTsN 1 Garut, Nurjaman, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan birokrasi serta peningkatan kualitas layanan keagamaan dan pendidikan madrasah. Rapat kerja dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2026, bertempat di Aula Hotel Laut Biru Pangandaran.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 86 peserta yang terdiri dari perwakilan Satuan Kerja (Satker), para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), serta Kepala Seksi di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Garut.
Agenda utama Raker difokuskan pada evaluasi program kerja tahun sebelumnya serta pemantapan rencana strategis tahun berjalan.
Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas kinerja, kegiatan dilanjutkan dengan Penandatanganan Perjanjian Kinerja (Perkin) Tahun 2026. Penandatanganan ini menjadi simbol kesiapan seluruh unsur Kemenag Garut, termasuk Satker pendidikan, dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan secara terukur.
Usai agenda internal, delegasi Kemenag Garut melanjutkan kegiatan dengan mengikuti Rapat Kerja Wilayah se-Priangan Timur dan Cianjur yang diselenggarakan di Grand Aquarium Hotel Pangandaran.
Pertemuan lintas wilayah ini bertujuan untuk:
Membangun koordinasi antarwilayah dalam menghadapi tantangan pendidikan dan keagamaan di Jawa Barat;
Menyinkronkan kebijakan pusat agar terimplementasi secara seragam di tingkat daerah,dan
Berbagi inovasi antar-Satker guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Keikutsertaan MTsN 1 Garut dalam rangkaian kegiatan ini menegaskan komitmen madrasah dalam mendukung transformasi layanan umat yang dicanangkan Kementerian Agama. Dengan ditandatanganinya Perkin Tahun 2026, MTsN 1 Garut siap mengakselerasi program-program unggulan, termasuk peningkatan mutu akademik serta pengembangan sarana dan prasarana madrasah.
“Kehadiran kami merupakan bentuk komitmen untuk menjalankan roda organisasi yang selaras dengan kebijakan Kementerian Agama, demi mewujudkan madrasah yang lebih berprestasi dan berintegritas,” tegas Nurjaman.(Asep Yusup)
