LapanTipikorNews.Com, SAMBAS, KALBAR – Dugaan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menjadi perhatian berbagai pihak. Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.
Koordinator Wilayah Lapan Tipikor Kalimantan Barat, Nius, pada Jumat (13/3/2026) melakukan investigasi lapangan di sejumlah kabupaten di wilayah Kalbar guna menelusuri informasi yang beredar di masyarakat terkait kelangkaan BBM subsidi.
Dalam peninjauan di salah satu SPBU di wilayah Rambayan, Kabupaten Sambas, pihaknya mendapati antrean kendaraan yang cukup panjang untuk mendapatkan BBM subsidi.
Menurut keterangan salah satu warga yang sedang mengantre di SPBU tersebut, antrean sudah terjadi selama sekitar tiga hari terakhir. Kondisi itu semakin memicu keresahan masyarakat, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri yang biasanya diiringi dengan meningkatnya mobilitas warga.
“Antrean sudah terjadi sekitar tiga hari ini. Kendaraan harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM,” ujar salah seorang warga yang ditemui di lokasi.
Nius mengatakan pihaknya akan terus memantau situasi tersebut serta mengumpulkan informasi dari berbagai pihak guna mengetahui penyebab terjadinya antrean panjang di sejumlah SPBU.
Ia berharap pemerintah daerah di Kalimantan Barat bersama pihak pengelola SPBU dapat segera mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan pasokan BBM subsidi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Kami berharap pemerintah daerah, khususnya pihak pengelola SPBU di Kalbar, dapat mengambil langkah untuk menstabilkan pasokan BBM subsidi sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar,” ujarnya.
Masyarakat juga berharap distribusi BBM subsidi dapat berjalan lebih lancar sehingga tidak menimbulkan antrean panjang di SPBU, terutama menjelang momen Idulfitri yang biasanya disertai peningkatan aktivitas perjalanan masyarakat.(Muhamad Gaul)
