SAMBAS, LTN — Proyek peningkatan Daerah Irigasi Rawa Tebas Kompleks (Kebun Jeruk), Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang dikerjakan PT Anugrah Bayu Perkasa, diharapkan dapat membantu petani memperoleh pasokan air yang lebih baik untuk mengairi lahan persawahan.
Berdasarkan penelusuran awak media Lapan Tipikor News di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Sabtu (10/10/2026), pekerjaan pembangunan saluran irigasi tersebut dilaporkan telah mendekati tahap penyelesaian.
Dalam penelusuran itu, awak media bertemu dengan salah seorang tim teknis proyek, Wiwit, ST, yang dimintai keterangan mengenai kendala selama pelaksanaan pekerjaan.
Wiwit menjelaskan, sejumlah faktor menjadi tantangan dalam pengerjaan proyek, di antaranya kondisi cuaca dan banjir. Meski demikian, pihaknya berupaya agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Yang jelas ada banyak faktor, salah satunya hujan dan air banjir. Namun, kami tetap memastikan pekerjaan harus tepat waktu,” ujar Wiwit.
Nilai Kontrak Rp4,9 Miliar
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, melalui Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak, SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Provinsi Kalimantan Barat.
Papan proyek mencantumkan nomor kontrak PS0102/T/Bws9.8.1/2026/02, tertanggal 30 Januari 2026, serta nomor Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) PS0102/T/Bws9.8.1/2026/63, tertanggal 2 Februari 2026.
Adapun jangka waktu pelaksanaan pekerjaan tercantum selama 210 hari kalender, dengan PT Anugrah Bayu Perkasa sebagai pelaksana proyek.
Nilai kontrak yang tertera pada papan informasi mencapai sekitar Rp4,9 miliar. Namun, angka nilai kontrak secara lengkap perlu dipastikan kembali melalui dokumen kontrak atau keterangan resmi dari pihak terkait.
Diharapkan Mempermudah Pengairan Sawah
Pembangunan saluran irigasi tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani di sekitar wilayah irigasi Rawa Tebas.
Dengan tersedianya infrastruktur pengairan yang memadai, petani diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan dalam menyalurkan air ke lahan persawahan, terutama ketika memasuki musim tanam.
Perbaikan sistem irigasi juga diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan membantu petani memperoleh hasil panen yang lebih optimal.
Masyarakat berharap pembangunan tersebut tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga dapat berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sejumlah warga, menurut narasi yang disampaikan awak media, turut menyampaikan apresiasi kepada Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak, pelaksana proyek, konsultan, serta tim pengawas yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.
Meski demikian, manfaat proyek bagi petani nantinya tetap perlu dilihat dari fungsi saluran irigasi setelah pekerjaan selesai, termasuk kelancaran distribusi air dan pemeliharaan infrastruktur.
Hingga berita ini disusun, keterangan lebih lanjut dari pihak Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak mengenai progres fisik, hasil pengawasan mutu, serta rencana pengoperasian dan pemeliharaan saluran irigasi tersebut masih diperlukan untuk melengkapi informasi.(Meri Siska)
