KABUPATEN BEKASI, LTN — Sekolah Sepak Bola (SSB) Putera Utama Tambun berhasil melaju hingga babak semifinal Turnamen Piala Anak Hebat Bekasi 2026 yang digelar di Home Ground Mini Soccer Cikarang, Jalan Cibarusah, Kampung Cibeber, Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Sabtu (10/10/2026).
Dalam turnamen yang mempertandingkan kelompok usia 9 dan 10 tahun tersebut, SSB Putera Utama Tambun menurunkan tim usia 10 tahun di bawah asuhan Coach Ipoy. Tim mengawali kompetisi dengan kemenangan telak 6-0 pada pertandingan perdana, sebelum langkahnya terhenti di semifinal setelah menghadapi SSB Persebta Elite.
Meski belum berhasil melaju ke final, pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda untuk meningkatkan kemampuan, membangun kekompakan, dan menanamkan sportivitas dalam pertandingan.
Bagi tim Putera Utama Tambun, kompetisi ini bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan juga menjadi ruang belajar untuk memahami arti kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bagian dari sebuah tim.
Coach Ipoy mengatakan, kompetisi sepak bola usia dini merupakan bagian penting dari proses pembinaan pemain. Ia meminta anak-anak asuhnya menjadikan kekalahan di semifinal sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas permainan pada kompetisi berikutnya.
Menurutnya, para pemain perlu terus meningkatkan intensitas latihan, memahami instruksi pelatih, serta menjaga kekompakan ketika membangun serangan maupun menghadapi tekanan lawan.
“Inti dari sebuah tim adalah kerja sama yang baik di antara para pemain. Mereka harus kompak saat membawa bola untuk menyerang, memahami instruksi, dan saling mendukung ketika lawan melakukan serangan,” ujar Ipoy.
Ia berharap pengalaman bertanding tersebut dapat membuat para pemain semakin disiplin, percaya diri, dan mampu menerapkan strategi yang diberikan selama latihan.
Ipoy juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang terus memberikan dukungan kepada anak-anak, baik selama latihan maupun ketika mengikuti kompetisi.
Menurut dia, kehadiran orang tua di lapangan menjadi salah satu sumber motivasi bagi para pemain untuk terus bersemangat dan mengembangkan kemampuan mereka.
Tim SSB Putera Utama Tambun kelompok usia 10 tahun diperkuat Habibi, Ben, Raffasya, Abay, Javier Jabir, Obral, Raffa, Alexandro, Nakula, Tasnim, dan Ace.
Kesebelas pemain tersebut diharapkan terus berkembang menjadi tim yang solid dan mampu menorehkan prestasi bagi SSB Putera Utama Tambun.
Perjalanan hingga semifinal menjadi bekal untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan tim. Dalam pembinaan sepak bola usia dini, hasil pertandingan memang penting, tetapi proses belajar juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Kemampuan mengendalikan emosi, menghormati lawan, mengikuti arahan pelatih, dan bekerja sama perlu ditanamkan sejak awal agar para pemain tidak hanya berkembang secara teknis, tetapi juga memiliki karakter positif dalam olahraga.
Di tengah semangat pembinaan sepak bola usia dini, kondisi fasilitas latihan turut menjadi perhatian. Media Lapan Tipikor News bersama sejumlah orang tua siswa SSB Putera Utama Tambun berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, memberikan perhatian terhadap kondisi Stadion Mini Tambun yang dinilai membutuhkan pembenahan.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan, sejumlah bagian bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, beberapa toilet tidak dapat digunakan, dan kondisi lapangan memerlukan perawatan.
Stadion Mini Tambun menjadi salah satu lokasi latihan bagi anak-anak yang mengikuti pembinaan sepak bola. Karena itu, kelayakan fasilitas dinilai penting untuk menunjang kegiatan latihan agar berlangsung dengan lebih nyaman.
Para orang tua berharap pemerintah daerah dapat meninjau kondisi fasilitas tersebut dan mempertimbangkan perbaikan secara bertahap sesuai kebutuhan serta kewenangan pengelolaannya.
Fasilitas olahraga yang terawat dapat membantu menciptakan lingkungan latihan yang lebih mendukung, terutama bagi anak-anak yang sedang mengasah keterampilan, membangun kedisiplinan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap sepak bola.
Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa pembinaan atlet usia dini tidak cukup hanya mengandalkan semangat pelatih, pemain, dan orang tua. Dukungan sarana dan prasarana juga dibutuhkan agar proses latihan dapat berjalan secara optimal.

Perjalanan SSB Putera Utama Tambun dalam Piala Anak Hebat Bekasi 2026 memperlihatkan pentingnya kerja sama antara pemain, pelatih, orang tua, dan dukungan fasilitas olahraga dalam proses pembinaan.
Kemenangan 6-0 pada pertandingan perdana menjadi catatan positif, sedangkan kekalahan di semifinal menjadi kesempatan untuk mengevaluasi permainan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Trofi memang belum berhasil dibawa pulang. Namun, pengalaman bertanding, kebersamaan, dan pelajaran tentang sportivitas menjadi bekal penting bagi para pemain muda.
Dengan latihan yang konsisten serta dukungan berbagai pihak, para pemain SSB Putera Utama Tambun diharapkan terus berkembang dan mampu mengukir prestasi di masa mendatang.(Albert)
