LapanTipikorNews.Com, Kota Bekasi — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah profesi wartawan dan memastikan fungsi kontrol sosial media berjalan sebagaimana mestinya.
Dalam Forum Dialog Publik bertema “Transparansi Pengelolaan CSR di Kota Bekasi” yang digelar sebagai bentuk tanggung jawab moral insan pers terhadap masyarakat.
Forum yang digelar beberapa hari yang lalu dilakukan sebagai wadah diskusi terbuka untuk mengenai pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di Kota Bekasi.
“Acara Forum tersebut bukan ajang mencari sensasi, tetapi upaya konkret untuk memastikan setiap rupiah dana CSR benar-benar kembali kepada masyarakat,” kata Ketua PWI Bekasi Raya,(10/09/25) diruang kerjanya, Lt.2 Gedung PWI Bekasi Raya.
Ditambahkannya, Kegiatan yang diselenggarakan oleh PWI Bekasi Raya, melibatkan insan pers, akademisi, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak yang peduli terhadap tata kelola CSR,.
Acara Forum dilakukan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan PWI Bekasi Raya yang konsisten mengawal isu transparansi publik di daerah.
Dalam pernyataannya, perwakilan PWI Bekasi Raya menegaskan bahwa wartawan harus berpihak pada kebenaran dan kepentingan publik, bukan menjadi alat propaganda atau sekadar pencitraan kekuasaan.
Menurut PWI Bekasi Raya, pengelolaan dana CSR sering kali masih kurang transparan dan belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.
Pers dan atau wartawan perlu hadir untuk memastikan keterbukaan informasi dan akuntabilitas publik, agar dana CSR tidak berhenti pada tataran seremoni atau laporan administratif semata.
Melalui forum ini, PWI Bekasi Raya mendorong agar pemerintah daerah dan pihak swasta membuka ruang komunikasi publik yang lebih terbuka dan partisipatif.
Kehadiran simbolik pemimpin daerah, termasuk Wali Kota Bekasi, dinilai penting sebagai wujud komitmen moral terhadap transparansi dan tanggung jawab sosial, PWI Bekasi Raya menegaskan bukan kumpulan Wartawan media propaganda.
“Kami bukan media propaganda, dan bukan wartawan penjilat. Kami menyuarakan yang benar, mengingatkan yang lalai, serta menjaga marwah profesi agar tetap berpihak pada kepentingan publik,” ucap Ade Muksin,S.H.
PWI Bekasi Raya juga mengingatkan bahwa kritik yang lahir dari hati nurani bukanlah bentuk permusuhan, melainkan ekspresi cinta terhadap daerah dan bangsa.
“Kami akan terus menjaga ruang publik ini agar tetap kritis, terbuka, dan bermartabat.” Tegasnya
Ade menambahkan melalui Dialog Publik ini, PWI Bekasi Raya tidak hanya memperkuat posisi pers sebagai pilar keempat demokrasi, tetapi juga menunjukkan bahwa keberanian menyuarakan kebenaran adalah bentuk tertinggi dari loyalitas terhadap masyarakat.(A2TP/Red)
