A2TP
LapanTipikorNews.Com, JAKARTA TIMUR – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang, Kepala I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra, melakukan pembenahan fasilitas, khususnya di area layanan penerimaan tamu. Pembaruan ini terlihat dari penggantian kursi lama dengan fasilitas baru yang dinilai lebih representatif dan memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.
Perubahan tersebut diduga berkaitan dengan persiapan menyambut kunjungan pihak tertentu, meski belum ada keterangan resmi dari pihak rutan terkait hal tersebut.
Namun di balik pembenahan fisik tersebut, sejumlah pengunjung dan keluarga warga binaan justru menyoroti aspek pelayanan yang dinilai belum optimal. Mereka mengaku masih mengalami kendala dalam mengakses layanan dasar, terutama terkait ruang pengaduan.
Beberapa pengunjung menyebut ruang pengaduan yang seharusnya menjadi sarana penyampaian aspirasi tidak terlihat terbuka secara jelas atau sulit dijangkau. Kondisi ini dinilai menyulitkan masyarakat dalam menyampaikan keluhan maupun masukan.

Selain itu, minimnya informasi terkait alur kunjungan juga menjadi sorotan. Pengunjung mengeluhkan belum tersedianya petunjuk yang memadai mengenai prosedur administrasi, lokasi layanan, hingga mekanisme kunjungan.
“Kursinya memang sudah baru dan lebih rapi, tetapi kami kesulitan mendapatkan informasi. Petunjuk tidak jelas, dan ruang pengaduan juga tidak terlihat terbuka,” ujar salah satu pengunjung yang enggan disebutkan identitasnya, Selasa (17/3/2026)
Situasi ini memunculkan perhatian terhadap pentingnya keseimbangan antara peningkatan fasilitas fisik dan kualitas pelayanan publik. Pembenahan dinilai tidak cukup hanya pada sarana, tetapi juga harus diiringi dengan transparansi informasi serta kemudahan akses layanan bagi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Rutan Cipinang belum memberikan keterangan resmi terkait tujuan pembenahan maupun tanggapan atas berbagai keluhan yang disampaikan pengunjung.
Masyarakat berharap pihak rutan dapat meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh, termasuk menyediakan akses informasi yang jelas, terbuka, dan mudah dipahami, guna memberikan kepastian dan kenyamanan bagi pengunjung serta keluarga warga binaan.(AATP)
