LapanTipikor.Com, Kota Bekasi – Sebanyak Puluhan Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) di Kota Bekasi menyediakan layanan pengobatan HIV.
Langkah yang merupakan upaya Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan untuk memperluas akses penanganan dan menekan angka kasus HIV di wilayah setempat.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Vevie Herawati, mengatakan ketersediaan layanan ini sangat penting agar setiap kasus HIV yang ditemukan dapat segera ditangani.
“Saat ini telah tersedia 28 fasyankes yang memberikan pengobatan HIV di Kota Bekasi,” kata Vevie di Bekasi, Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, perluasan layanan PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan) akan membantu menekan potensi penularan kasus baru. “Agar setiap kasus baru HIV yang ditemukan dapat segera mendapatkan akses pengobatan, dan penularan baru bisa ditekan,” ujarnya.
Selain pengobatan, Dinkes Kota Bekasi juga aktif melakukan promosi kesehatan dan edukasi kepada masyarakat. Vevie menekankan pentingnya pemeriksaan dini melalui layanan Konseling Tes HIV yang sudah tersedia.
“Jika masyarakat merasa memiliki perilaku berisiko, sebaiknya segera cek status kesehatan dengan pemeriksaan HIV. Jika ditemukan kasus positif, pasien dapat langsung mengakses layanan PDP di Kota Bekasi,” ungkapnya.
Vevie juga mengimbau agar masyarakat menghindari stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV). “Dengan rutin minum obat, orang dengan HIV bisa tetap sehat, produktif, sekaligus mencegah penularan baru,” tambahnya.
Data Kasus HIV Kota Bekasi
Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat 321 kasus HIV baru sepanjang Januari–September 2025 dari 50.583 orang yang melakukan pemeriksaan. Berikut data temuan kasus HIV baru sejak 2022:
2022: 922 kasus dari 47.963 pemeriksaan
2023: 882 kasus dari 74.295 pemeriksaan
2024: 706 kasus dari 80.061 pemeriksaan
2025: 321 kasus dari 50.583 pemeriksaan

Vevie menyebut, penanggulangan HIV hanya bisa berhasil dengan peran aktif seluruh pihak untuk mencapai target nasional 3 Zero HIV 2030, yakni: tidak ada kasus baru, tidak ada kematian akibat AIDS, serta tidak ada stigma dan diskriminasi.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, juga mengajak elemen masyarakat berkolaborasi dalam pencegahan HIV/AIDS. Menurutnya, penanganan penyakit menular tidak bisa hanya mengandalkan intervensi medis.
“Tokoh masyarakat perlu ikut menyebarkan informasi sehat dan mengurangi stigma terhadap penderita HIV. Perilaku berisiko seperti seks bebas harus dihindari,” kata Abdul Harris. (A2TP/Red)
