LapanTipikorNews.Com, KARAWANG – Suasana religius dan penuh kedamaian menyelimuti Kabupaten Karawang di penghujung bulan suci Ramadan tahun ini. Momen tersebut terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948.
Kebersamaan dua perayaan keagamaan ini menjadi gambaran nyata harmonisasi kehidupan masyarakat yang beragam. Nilai toleransi dan saling menghargai pun tampak semakin menguat di tengah perbedaan yang ada.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan pesan reflektif melalui media sosialnya. Ia menilai pertemuan dua momentum sakral ini menjadi pengingat penting tentang makna ketenangan batin dan introspeksi diri.
“Dalam heningnya Nyepi dan khusyuknya Ramadan, kita belajar bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk saling memahami dan menghargai,” ujarnya.

Menurut Aep, baik dalam keheningan Nyepi maupun kekhusyukan Ramadan, terdapat nilai yang sama, yakni kesempatan untuk memperbaiki diri serta mempererat hubungan antarsesama.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Karawang untuk terus merawat semangat kebersamaan. Dalam pandangannya, keberagaman yang dimiliki menjadi fondasi kuat dalam menjaga persatuan di tengah kehidupan sosial.
Lebih lanjut, Bupati Aep mengingatkan pentingnya menjaga tiga hal utama dalam momentum tersebut. Pertama, saling menghormati antarumat beragama, termasuk memberikan ruang bagi umat Hindu dalam menjalankan Catur Brata Penyepian dengan khidmat.
Kedua, menjaga kekhusyukan ibadah Ramadan dengan tetap mengedepankan sikap toleransi terhadap sesama. Ketiga, menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun daerah secara bersama-sama.
Menutup pesannya, Aep menyampaikan ucapan selamat kepada umat yang merayakan serta memberikan semangat bagi masyarakat yang tengah menuntaskan ibadah puasa.
“Selamat Hari Nyepi bagi yang merayakan, dan selamat menjalankan ibadah di akhir Ramadan. Semoga kedamaian senantiasa menyertai kita semua,” tutupnya.(Edy Naedy)
