LapanTipikorNews, GARUT – Warga Kabupaten Garut tengah menghadapi kesulitan akibat kelangkaan gas elpiji di sejumlah wilayah, 24 Maret 2026.
Kondisi ini membuat masyarakat yang sehari-hari bergantung pada gas sebagai bahan bakar utama memasak menjadi kebingungan dalam memenuhi kebutuhan dapur.
Kelangkaan tersebut salah satunya terjadi di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul. Warga terpaksa berkeliling dari satu warung ke warung lainnya untuk mencari gas elpiji.
Namun, upaya itu kerap tidak membuahkan hasil lantaran stok yang tersedia di tingkat pengecer dilaporkan kosong.
Sejumlah warga mengaku kondisi ini sudah berlangsung beberapa hari terakhir dan semakin menyulitkan aktivitas rumah tangga.
Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya harus menunda memasak atau mencari alternatif bahan bakar lain yang lebih sulit dijangkau.
Situasi ini pun menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Media Lapan Tipikor News. Masyarakat mulai mempertanyakan distribusi gas elpiji yang dinilai tidak berjalan normal.
Mereka menilai perlu adanya kejelasan terkait pasokan, mengingat gas elpiji merupakan kebutuhan pokok bagi banyak rumah tangga.
Selain itu, muncul pula kekhawatiran di tengah masyarakat terkait kemungkinan adanya gangguan distribusi atau bahkan dugaan penimbunan oleh pihak tertentu.
Warga berharap pemerintah daerah serta instansi terkait segera turun tangan untuk memastikan ketersediaan gas elpiji kembali stabil di pasaran.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pihak berwenang agar persoalan kelangkaan gas ini dapat segera teratasi dan kebutuhan dasar warga kembali terpenuhi secara normal.(Asep Yusuf)
