LapanTipikorNews.Com, Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar Rapat Koordinasi Riset dan Inovasi 2025 selama tiga hari, 23–25 September 2025, di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi.
Acara ini menghadirkan perwakilan perangkat daerah, camat se-Kota Bekasi, lurah pembina Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek), serta pengurus Posyantek dari seluruh wilayah Kota Bekasi.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda, Yeyen Kusmiati, menjelaskan rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut amanah pemerintah pusat kepada daerah dalam mengoordinasikan dan menyinkronkan penyelenggaraan riset serta inovasi.
“Melalui rapat ini, kami berharap bisa menyerap aspirasi pemangku kepentingan untuk pengembangan kebijakan riset dan inovasi daerah. Hasilnya akan menjadi rumusan rekomendasi berbasis bukti yang dapat diterapkan untuk membangun Kota Bekasi yang nyaman kotanya, sejahtera warganya,” ujar Yeyen, Jumat (26/9/2025).
Acara dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Bekasi, Dinar Faizal Badar. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah strategis memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan konsolidasi antar pemangku kepentingan dalam mengembangkan riset dan inovasi sesuai kebutuhan pembangunan daerah.

Dinar menambahkan, kegiatan ini diharapkan memperkuat peran kelembagaan Posyantek sebagai pusat layanan dan pemanfaatan teknologi tepat guna, serta meningkatkan kualitas kebijakan daerah melalui indeks penilaian yang lebih baik.
Rangkaian Kegiatan
Hari pertama rapat koordinasi diisi dengan Lokakarya Penguatan Kelembagaan Forum Posyantek Kota Bekasi bersama narasumber dari BRIN, Drs. Priyono, M.E. Kegiatan dilanjutkan dengan pemilihan pengurus Forum Posyantek Kota Bekasi yang rencananya akan dikukuhkan oleh Wali Kota Bekasi pada ajang Bekasi Innovation Week bulan Oktober mendatang.
Hari kedua, peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) yang menghadirkan narasumber dari BP2D Provinsi Jawa Barat, Retno Mulyayani, S.STP., diikuti 35 perangkat daerah. Sesi siang dilanjutkan dengan FGD tentang sinkronisasi Rencana Induk Peta Jalan Pemajuan IPTEK dengan RPJMD Kota Bekasi, bersama Ir. Atang Sulaiman dan Ir. Suhandoyo dari BRIN.
Hari ketiga ditutup dengan FGD bertema Kerangka Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif, menghadirkan Dr. Adi Suhendra dari BRIN, sebelum akhirnya acara resmi ditutup oleh Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda Kota Bekasi.
Dengan adanya rapat koordinasi ini, Pemkot Bekasi berharap lahir rumusan strategi inovatif dan kolaboratif untuk memperkuat pembangunan daerah berbasis riset dan teknologi.(Parulian/Red)
